SURABAYA, awsnews.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) tidak hanya mengejar pertumbuhan volume peti kemas. Lima tahun pascamerger Pelindo, perusahaan juga mengarahkan transformasi menuju ekosistem terminal yang smart, green, dan sustainable.
Arah tersebut dilakukan melalui integrasi terminal, digitalisasi operasional, efisiensi energi, pengurangan dampak lingkungan, serta penguatan keselamatan kerja.
Baca juga: Pelindo dan Stakeholder Evaluasi Zona EAZI, Perkuat Pelayanan Kapal Tanjung Perak
TTL melihat pengembangan terminal tidak cukup hanya diukur dari kapasitas dan produktivitas. Efisiensi dan keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan industri logistik.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait mengatakan, transformasi perusahaan akan terus diarahkan pada keseimbangan antara produktivitas dan keberlanjutan.
“Ke depan, transformasi TTL akan terus diarahkan menuju ekosistem terminal yang smart, green, dan sustainable, sekaligus tetap responsif terhadap kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri logistik,” ujar David.
Penguatan digitalisasi menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan arah tersebut.
TTL mengembangkan Terminal Booking System serta Integrated Planning & Control untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara integrasi TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian membuka peluang optimalisasi aset dan sumber daya.
Dengan pendekatan tersebut, TTL menargetkan terciptanya operasional terminal yang lebih efisien sekaligus memiliki dampak lingkungan yang semakin terkendali.
Transformasi tersebut akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari kontribusi TTL terhadap penguatan rantai pasok dan konektivitas logistik Indonesia.
Editor : RLD Network