Polsek Waru Lambat Penanganan Terkait Remaja Dipaving Bagian Kepala, Di Bogem lalu di Keroyok

author Zona Peristiwa

- Pewarta

Sabtu, 10 Feb 2024 22:05 WIB

Polsek Waru Lambat Penanganan Terkait Remaja Dipaving Bagian Kepala, Di Bogem lalu di Keroyok

i

Polsek Waru Lambat Penanganan Terkait Remaja Dipaving Bagian Kepala, Di Bogem lalu di Keroyok

Zonaperistiwa Sidoarjo, - Pengeroyokan dan penganiayaan menimpa Sukarno Hadi Putro (24), pemuda asal Nganjuk atas dasar aduan laporan polisi Polsek Waru, Kabupaten Sidoarjo pada 30 Januari 2024.

Diceritakan Sukarno, awal kejadian di sebuah penginapan bernama Kero-Kero wilayah terminal Bungurasih pada pukul 02.00 wib (30/1/2024) saat mengantarkan pesanan makanan kepada seorang perempuan yang berada di kamar.

Baca Juga: Bank Indonesia Lakukan Aktivasi Aplikasi PWD SKNBI

Saat itu, Sukarno diminta suruh antar oleh perempuan tersebut setelah pesan ceker bakar dan minuman dingin. Namun, ketika pesanan diantarkan justru mendapat peristiwa tak disangka mendapat tamparan oleh seorang pemuda bernama Toni.

"Waktu saya antar pesanan makanan dan minuman itu didalam kamar sudah ada dua orang, ya Toni dan pemesan perempuan yang biasa disapa Olivia sudah dalam posisi tidur. Sebelum masuk kamar saya juga ijin ke penjaga penginapan yang biasa disapa Bakul dan dijinkan masuk," terangnya.

Setelah itu, Sukarno masuk kamar dan sempat bangunkan si pemesan, tetapi malah dapat tamparan dari Toni karna saat terbangun langsung menarik keluar kamar tangan Sukarno dan meluncurkan tamparan mendarat ke pipi kiri Sukarno.

Keesokan harinya, pada tanggal 31 Januari 2024, Sukarno kembali mengantar pesanan yang dipesan oleh pemuda yang diketahui, sebut Sukarno adalah anak dari pemilik penginapan Kero-Kero pesan makanan dan minuman untuk diantar ke penginapan pukul sekira 02.30 wib.

"Saat mengantar pesanan saya dipanggil oleh pemilik penginapan yang biasa dipanggil Bakero. Lalu ditanya, kemarin kamu masuk sini (ruang kamar,red) apa gak lalu belum sampai jawab langsung ditonjok kena mata kiri dengan tangan kosong bertubi-tubi sempat pusing dan terjatuh," ujarnya.

Tak berhenti disitu, kata Sukarno masih dapat injakan oleh Kolet bersama Toni dan satu oleh Bakero si pemilik penginapan Kero-Kero. "Itu kejadian keroyoknya saat didepan penginapan Ganesha sebelahnya persis dari penginapan Kero-Kero dan banyak saksi melihat gak berani melerai," ingatnya.

Saat kejadian, pengakuan korban (Sukarno) ditolong oleh si pemilik angkringan bernama Nurrifai dan penjaga penginapan Ganesha bernama Kiky.

Baca Juga: Monitoring Harga Beras Satgas Pangan Polda Bali Himbau Masyarakat Tetap Tenang

"Saya kasihan mas, dengar suara pegawai saya minta pertolongan sambil teriakan ampun cak..ampun cak,, tolong,,tolong tolong,,kemudian saya bopong ke angkringan dalam keadaan kondisi sudah lemas dan memar di bagian kepala dan wajah yang sudah ditinggalkan pelaku," kata Nurrifai dibantu mbak Kiky.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak disangka lagi, Nurrifai kaget tiba-tiba didatangi kembali oleh pelaku tiga orang lagi, termasuk Bakero mencari Sukarno.

"Ketiganya sambil teriak, endi arek e (Sukarno,red) sempat saya hadang. Tapi, dengan nada keras ancam sambil teriak gak usah melok-melok (gak usah ikut-ikut,red) lalu mendaratkan paving di kepala Sukarno dan langsung terjatuh ke lantai angkringan dilakukan bergantian sambil menghujani pukulan berulang-ulang," ujar Gembul alias Anugerah yang juga saksi melihat kejadian.

Atas peristiwa itu, Sukarno ditemani Gembul kembali laporkan polisi kedua kalinya untuk minta keadilan dan menangkap pelaku pada tanggal 2 Februari 2024 pukul 08.00wib.

"Saat itu saya dampingi Sukarno teman saya ini balik kantor polisi Polsek Waru untuk laporan atas kejadian pengeroyokan dan ditemui pak Yoko, petugas Polsek. Lalu diarahkan ke bagian reskrim ditemui pak Aribat dan langsung dibuatkan surat laporan," ucap Gembul.

Baca Juga: Jamin Kelancaran Polsek Denpasar Barat Atensi Gladi Resik Parade Ogoh-ogoh Kesanga Fest 2024

Kemudian, Gembul dan Sukarno disuruh visum ke RS Bhakti Rahayu diantarkan ambulance Polsek sambil bawa surat laporan pengantar untuk dilakukan visum.

"Setelah itu, kembali lagi ke Polsek Waru terus dibuatkan surat laporan kepolisian atas kejadian pengeroyokan. Suratnya dibawa lagi oleh pihak kepolisian," sambung Gembul.

Terpisah saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Ahmad Yani belum merespon dalam sambungan selluler chat terkait kejadian tersebut, hanya Kanit intel Eddy yang sedikit berikan jawaban, bahwa proses pencarian alias lidik. (Red)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di zonaperistiwa.com dengan judul "Polsek Waru Lambat Penanganan Terkait Remaja Dipaving Bagian Kepala, Di Bogem lalu di Keroyok". lihat harikel asli disini

Editor : Admin

BERITA TERBARU