Dari Tanah Fasum Jadi Kampung Herbal, Inovasi Warga Nginden Jangkungan Butuh Perhatian

author awsnews.id

- Pewarta

Sabtu, 03 Feb 2024 18:45 WIB

Dari Tanah Fasum Jadi Kampung Herbal, Inovasi Warga Nginden Jangkungan Butuh Perhatian

i

Kampung Herbal Nginden Jangkungan. Foto: Fuday

SURABAYA | ARTIK.ID - Kesadaran menanam tanaman herbal warga Nginden Jangkungan Gang VII, RT 9/RW 5, Kecamatan Sukolilo, Surabaya membuahkan hasil. Kini tempat itu telah menjadi Kampung Herbal dan menjadi Kampung Edukasi bagi Siswa SMA dan Warga sekitarnya.

Ketua Kampung Herbal Nginden Jangkungan, Iwan Ridwan mengatakan, pada tahun 2014 silam, Warga Nginden Jangkungan meraih Juara 2 lomba taman herbal tingkat Kota Surabaya.

Baca Juga: Banjir dan Lahar Dingin di Sumbar, Update Terbaru Korban Meninggal 43 Orang

"Lalu momen itu kita manfaatkan untuk mendirikan Kampung Herbal di Nginden Jangkungan ini," ujarnya.

Menurut Iwan, Kampung herbal sendiri diinisiasi oleh warga, awalnya tidak ada bantuan dari manapun namun setelah beberapa kali menang lomba mulai banyak yang melirik.

"Waktu itu lomba rumah herbal diadakan oleh perusahaan jamu bintang 7 dan kebetulan kita mendapatkan prestasi juara 2 tingkat kota," ungkapnya.

Kampung herbal didirikan di atas tanah fasum seluas 5000 meter, dana tanah tersebut tidak memiliki izin rssmi.

Iwan mengaku, pihaknya berusaha membuktikan dulu dengan bekerja, menanam dan membuat suatu program. Lalu setelah  berjalan 2-3 tahun. Kampung Herbal mulai mendapat pengakuan dan mendapat pendampingan dari pihak-pihak terkait.

"Jadi izinnya itu bukan secara tertulis tapi izin secara lisan atau pengakuan, kita bisa membuktikan itu," ujarnya.

Baca Juga: Siswa MIN 4 Jembrana Mengukir Prestasi dengan Meraih Juara Favorit Pildacil Se Provinsi Bali

Adapun bantuan pendampingan dari dinas terkait yakni mengenai program tanaman obat, program pangan Lestari, bantuan pembibitan dan bantuan penataan lokasi.

Iwan mengaku, untuk pendampingan sebenarnya masih belum optimal, warga sebenarnya mendapat pendampingan yang lebih spesifik dan berkelanjutan.

"Di sini kami memiliki sekitar 200 koleksi tanaman herbal, Ada fasilitas pendopo untuk seni budaya, mesin kompos dan beberapa fasilitas lainnya," paparnya.

Iwan berharap untuk kedepan, bisa mendapat bantuan untuk masalah akses jalan dan penerangan.

Baca Juga: Pembangunan Kantor Perwakilan DPD RI Jatim, Terobosan di Tengah Moratorium Menteri Keuangan

"Kita butuh bantuan pufing, penerangan dan  perbaikan Pendopo," pungkasnya.

(ara)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di artik.id dengan judul "Dari Tanah Fasum Jadi Kampung Herbal, Inovasi Warga Nginden Jangkungan Butuh Perhatian". lihat harikel asli disini

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU